Jabatan:
Kepala Ahli Onkologi Radiasi di Pusat Diagnosis dan Perawatan Presisi Onkologi Medis Foshan Chancheng
Gelar:
Kepala Dokter
Apa perbedaan antara menjalani pengobatan di rumah sakit umum di Indonesia dan di Fosun General Hospital?
Aspek | Rumah Sakit Umum di Indonesia | Fosun General Hospital |
Reseksi kuratif | Mayoritas masih menggunakan operasi terbuka, dengan R0 resection < 40% dan komplikasi > 50%. | Bedah robotik Da Vinci: R0 resection > 85%, perdarahan < 100 ml 9 |
Rekonstruksi pembuluh darah | Hanya bisa dilakukan di rumah sakit pusat, dengan tingkat keberhasilan penggantian vena porta < 60%. | Teknologi penyambungan pembuluh darah nano, tingkat keberhasilan hingga 90%. 9 |
Indikasi untuk bedah minimal invasif | Sebagian besar pasien stadium lanjut memilih untuk tidak menjalani operasi. | Bedah robotik + IORT tingkatkan angka reseksi konversi hingga 35%. |
Radioterapi presisi atau terapi radiasi yang presisi | Radioterapi konvensional berisiko merusak organ di sekitar tumor. | CyberKnife Gen-6: pelacakan napas presisi hingga 0,1 mm. 1 5 |
Terapi neoadjuvan | Sinergi antara radioterapi dan kemoterapi masih kurang optimal. | SBRT + FOLFIRINOX modifikasi tingkatkan angka konversi operasi hingga 50%. 5 |
Tingkat kelangsungan hidup pada stadium lanjut lokal | <8% | >22% |
Tingkat kelangsungan hidup pada kasus yang dapat dioperasi | <15% | >30% |
Kualitas hidup | Komplikasi pasca operasi tinggi, dan fungsi organ sulit dipertahankan. | Rekonstruksi organ in situ, dengan pemulihan fungsi fisiologis yang optimal. |